Prosesi haji tahun 2024 telah selesai. Jamaah haji dari Indonesia berangsur-angsur mulai dipulangkan. Mereka yang berangkat pada gelombang pertama telah menyiapkan diri untuk kembali ke tanah air dengan perasaan lega telah menunaikan seluruh prosesi ibadah haji. 42 hari di Arab Saudi menjadi waktu yang berharga untuk fokus menjalankan ibadah, meninggalkan rutinitas harian di Indonesia.

“Pelayanan petugas haji sangat baik sekali dalam menjalankan tugasnya. Mulai dari keberangkatan, persiapan armuzna, pada saat armuzna, dan setelah armuzna, pelayanan sangat maksimal sehingga jamaah merasa puas dan nyaman dalam menjalankan ibadah,” kata Irma Rumtianing Uswatul Hanifah, M.S.I., jamaah haji asal Lengkong, Ponorogo, di Hotel Al Zaer Misfalah, Jarwal, Makkah, Sabtu (22/06/2024).

Menurut jadwal, ia akan pulang ke Indonesia pada Jumat (28/06/2024). Sebelum pulang, bersama rombongan, ia akan melaksanakan thawaf wada.

Kesabarannya menunggu sejak tahun 2012 saat ia mendaftarkan diri sebagai jamaah haji berbuah manis. Pelayanan konsumsi, akomodasi, dan transportasi berjalan dengan baik. Konsumsi terjamin dengan sangat baik dan melimpah, mulai makan pagi, siang, sore dengan menu yang bervariasi sehingga jamaah tidak bosan dalam mengonsumsi makanan yang disediakan. “Kalau saya memang tak bisa makan daging ayam dan telur, jadi saya masak sayur sendiri agar tetap bisa makan,” ujarnya.

Selama di Arafah tahun ini mulai mendapat kasur busa. Di Mina, AC dingin dan tidak ada antrian toilet sebagaimana jamaah haji tahun-tahun sebelumnya. “Alhamdulillah bersyukur, reguler rasa haji plus. Banyak kemudahan,” kata Irma Rumtianing.

Namun yang paling penting baginya adalah dapat mencapai haji mabrur. “Berharap dapat haji mabrur,” ujar Irma.

Irma juga sangat mengapresiasi kebijakan murur yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi untuk mengurangi kepadatan dan masalah yang biasa terjadi di Muzdalifah. “Kebijakan tersebut sangat membantu jamaah dalam menjalankan ibadah. Ada hikmah dari kebijakan murur tersebut, saat saya dan suami mendampingi 2 lansia akhirnya saya bisa datang di Mina lebih dahulu dan bisa mencarikan tempat untuk seluruh anggota regu dalam satu barisan. Sehingga tidak terpisah-pisah antara jamaah satu dengan yang lainnya,” tambahnya.

Irma berharap adanya sosialisasi dan penanaman mindset untuk jamaah tentang pentingnya memiliki sikap inklusi, saling berbagi, dan toleransi. “Jika semua jamaah memiliki sikap tersebut, pelaksanaan ibadah akan lebih nyaman dirasakan oleh semua jamaah. Pada dasarnya, manusia memiliki sikap fanatik terhadap kelompoknya dan sifat egois. Jika sikap inklusi (menghargai perbedaan) dan egois bisa dikendalikan, insyaallah kenyamanan akan bisa dirasakan bersama. Karena setiap jamaah merasa bahwa Ka’bah, Armuzna, dan tempat ibadah lainnya adalah milik bersama, bukan milik kelompok atau golongan tertentu. Maka jamaah akan bisa nyaman dengan siapa saja dan di mana saja berada. Insyaallah jamaah akan aman, nyaman, dan mendapatkan haji mabrur/mabruroh selamanya.”

Terimakasih yang tak terhingga disampaikan pada pemerintah Indonesia dan pemerintah Arab Saudi atas layanan dan kebijakan yang telah diberikan kepada jamaah haji tahun 2024 M/1445 H. “Jazakumullah ahsanal jaza’…dan hanya Allah yang mampu membalasnya,” tutup Irma.

Shares:
1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *