Mengisi Ruang Maya
polusi udara jakarta

Polusi Udara di Jakarta dan 3 Solusi Efektif Mengatasinya

Polusi udara di wilayah Jakarta dan sekitarnya telah mengemuka sebagai isu sentral yang menguasai pembicaraan publik dalam beberapa pekan terakhir.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dengan tegas mengklaim bahwa hampir 70% sumber polusi udara di kawasan Jakarta bersumber dari sektor transportasi. Sementara itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan bahwa polusi udara saat ini diperparah oleh fenomena El Nino yang menimbulkan musim kemarau yang panjang.

Menyikapi situasi ini, Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah menegaskan sejumlah arahan untuk mengatasi tantangan ini. Langkah-langkah yang direkomendasikan termasuk penerapan sistem kerja dari rumah (work from home atau wfh) serta modifikasi cuaca untuk menangani permasalahan polusi udara di wilayah Jabodetabek.

Meskipun arahan tersebut mungkin memberikan solusi sementara, namun sulit untuk dikategorikan sebagai solusi permanen. Langkah-langkah yang ditetapkan oleh Presiden tidak mencapai akar masalahnya, yaitu sistem transportasi publik yang masih jauh dari memadai.

Penting untuk memfokuskan upaya dalam merespons permasalahan transportasi publik agar menjadi jalan keluar untuk masalah polusi udara di Jakarta. Ini tentu tidak bermakna mengabaikan faktor-faktor polusi lain seperti limbah industri dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Jika kita mengamati kondisi transportasi di wilayah Jabodetabek, muncul pandangan bahwa pemerintah cenderung menyalahkan masyarakat yang enggan meninggalkan penggunaan kendaraan pribadi demi transportasi publik.

Hingga saat ini, mayoritas penduduk Jakarta dan sekitarnya lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dalam kegiatan sehari-hari mereka. Data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah kendaraan bermotor di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 148 juta unit, dengan sepeda motor mendominasi dengan sekitar 125 juta unit.

Fenomena ini juga terlihat di wilayah Jakarta, di mana Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia mencatat jumlah kendaraan bermotor pada tahun 2022 mencapai 3,7 juta mobil dan 17,3 juta sepeda motor.

Baca Juga :   Cara Mengamankan Data Pribadi, Saat Bank Anda di Retas

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor dalam dua dekade terakhir ini, sebesar 269% untuk mobil dan 721% untuk sepeda motor, adalah bukti eksesifnya penggunaan kendaraan bermotor.

Di luar Jakarta, kota-kota pinggiran seperti Tangerang, Banten memiliki sekitar 3,4 juta kendaraan pribadi pada tahun 2022. Sementara itu, kota-kota penyangga seperti Bogor, Depok, dan Bekasi memiliki sekitar 6,1 juta kendaraan bermotor.

Dari perspektif ekonomi, pemerintah daerah mungkin merasa puas dengan jumlah kendaraan bermotor yang melonjak karena hal ini juga berarti penerimaan pajak yang lebih besar, yang pada akhirnya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun, perlu diingat bahwa dari sudut pandang lingkungan, implikasi dari sekitar 30 juta kendaraan yang berlalu-lalang setiap hari adalah emisi besar yang dilepaskan ke udara.

 

Dalam konteks ini, pembenahan transportasi publik menjadi sangat penting. Keberhasilan dalam mengurai permasalahan ini bukan hanya bergantung pada langkah-langkah teknis, tetapi juga pada pembentukan pola pikir masyarakat dan perubahan dalam budaya transportasi.

Situasi saat ini menegaskan bahwa masyarakat Jabodetabek lebih memilih kendaraan pribadi karena sistem transportasi publik belum memadai. Keberhasilan dalam mengatasi hal ini membutuhkan kerangka kerja yang lebih luas dan pemahaman mendalam mengenai tantangan yang dihadapi.

Membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi dengan baik dan efisien adalah tugas yang rumit, tetapi dengan komitmen dan kerjasama yang tepat, potensi untuk mencapai udara bersih dan lingkungan yang sehat tidaklah mustahil. Ini adalah perubahan yang memerlukan waktu dan upaya, tetapi akan memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak.

Meskipun upaya telah dilakukan oleh pemerintah, seperti kebijakan work from home dan rekayasa cuaca, efektivitas langkah-langkah ini masih diragukan oleh sebagian orang.

Baca Juga :   Maulid di Ruang Digital, Ekspresi Publik Twitter tentang Nabi Muhammad

 

Pemerintah Indonesia dapat belajar dari langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Beijing di China dalam mengatasi polusi udara. Selama 2013-2017, Beijing berhasil mengurangi emisi polutan hingga 39% melalui Rencana Aksi Udara Bersih.

Apa yang dapat diambil sebagai pelajaran dari Beijing adalah:

  1. Penutupan PLTU: Pemerintah Beijing menutup empat pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan menggantikannya dengan teknologi bersih selama lima tahun. Pemerintah juga melarang penggunaan batu bara untuk pemanas dan memasak bagi ratusan ribu rumah tangga. Langkah serupa bisa diambil di Indonesia, mengingat sejumlah PLTU di sekitar Jakarta menjadi penyebab polusi udara.
  2. Penghapusan dan pembatasan kendaraan: Beijing menghapus 2,1 juta kendaraan berpolusi tinggi dan mendorong kendaraan listrik. Mereka juga memberlakukan pembatasan jumlah kendaraan pribadi. Di Indonesia, langkah serupa bisa dilakukan untuk mengurangi emisi kendaraan.
  3. Pemangkasan emisi industri: Beijing mengakhiri operasi ribuan industri besar yang mencemari udara dan mengalihkan mereka ke operasi yang lebih bersih. Langkah ini penting di Indonesia, terutama karena sektor manufaktur memiliki kontribusi besar terhadap polusi udara.

Pemerintah Indonesia perlu mengambil langkah serius dalam menangani polusi udara dengan pendekatan yang komprehensif. Kesadaran masyarakat juga harus ditingkatkan untuk berkontribusi mengatasi masalah ini.

Artikel ini pertama kali diterbitkan oleh The Conversation, sumber berita dan analisis yang independen dari akademisi dan komunitas peneliti yang disalurkan langsung pada masyarakat.

Avatar photo

Redaksi El Kariem

Tim redaksi elkariem-mengisi ruang maya. "Saya adalah saya dan etnis, ras, atau agama saya adalah identitas saya. Anda adalah Anda dan etnis, ras, atau agama Anda adalah identitas Anda. Kita adalah satu umat manusia yang bersatu di satu planet, dan kemanusiaan kita yang bersama adalah identitas kita."

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed