Mengisi Ruang Maya

Konsep Moderasi Beragama, Mengapa Penting dan Bagaimana Memahaminya?

Dalam artikel kali ini, kita akan membahas tentang konsep moderasi beragama. Sebelum membahas lebih jauh tentang moderasi beragama, ada beberapa hal yang perlu dipahami terlebih dahulu, yaitu pengertian moderasi beragama dan apa yang dimaksud dengan agama.

Pengertian Moderasi Beragama

Moderasi beragama adalah suatu konsep yang mengacu pada sikap atau tindakan yang seimbang dan bertanggung jawab dalam menjalankan ajaran agama. Secara umum, moderasi beragama mengajarkan untuk tidak berlebihan dalam menjalankan ibadah dan tidak ekstrem dalam menafsirkan ajaran agama. Konsep moderasi beragama juga mengajarkan untuk menghargai perbedaan dan toleransi terhadap agama yang lain.

“Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan bernegara,” ujar Prof. Dr. Ali Ramdhani.

Moderasi berasal dari kata moderatio yang berarti kesedangan atau pengendalian diri dari sikap kelebihan dan kekurangan. Dalam bahasa Inggris, moderat berarti mengedepankan keseimbangan dalam hal keyakinan, moral, dan watak. Sedangkan dalam bahasa Arab, moderasi dikenal dengan kata wasathiyah yang memiliki arti adil atau memilih posisi jalan tengah di antara berbagai pilihan ekstrem.

Moderasi secara istilah adalah sikap yang tidak berlebihan, tidak ekstrem, dan tidak radikal. Dalam agama Islam, moderasi mengajarkan tentang keseimbangan antara kebutuhan spritualitas dan kebutuhan materi. Kita harus menjaga keseimbangan antara beribadah dan pemenuhan kebutuhan materi dalam kehidupan sehari-hari. Pesan ini disarikan dari hadits yang menceritakan Nabi Muhammad menolak sekelompok orang yang hanya beribadah tanpa menikah. Nabi meminta kita untuk mencari keseimbangan antara keduanya.

Dalam hal moral, moderasi juga mengajarkan tentang keseimbangan. Al-Qur’an menekankan bahwa kita tidak perlu terlalu dermawan sehingga kita sendiri menjadi bangkrut, namun kita juga tidak boleh kikir sehingga kita hanya memikirkan kekayaan sendiri tanpa memperhatikan orang lain. Kita harus mencari keseimbangan antara kebaikan dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :   Ritual Thudong, Warga dan Ustadz Sambut Hangat Perjalanan Spiritual 32 Biksu dari Thailand ke Candi Borobudur: Netizen Puji Toleransi

Moderasi adalah sinergi antara keadilan dan kebaikan. Pesan ini dapat ditarik dari makna ungkapan ummatan wasathan dalam al-Qur’an, yang berarti umat Islam adalah orang-orang yang mampu berlaku adil dan baik. Kita harus memahami makna ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mempraktikkan moderasi, kita dapat menciptakan masyarakat yang harmonis dan toleran.

Konsep Moderasi Beragama dan Tolok Ukurnya

Moderasi beragama dalam agama Islam disebut dengan wasatiyyah yang berarti mempertahankan keseimbangan dan menjaga jarak dari ekstremisme. Karakteristik moderasi beragama adalah sikap yang seimbang, penuh toleransi, saling menghormati dan menghargai perbedaan serta tidak mudah terprovokasi oleh isu agama.

Prinsip-prinsip moderasi beragama meliputi adil, berimbang, menghormati nilai kemanusiaan, menghormati kesepakatan bersama dalam bangsa dan bernegara serta taat hukum dalam menjaga ketertiban umum.

Di Indonesia, kemajemukan tidak hanya bisa diatasi dengan prinsip keadilan, tapi juga kebaikan. Keadilan adalah keseimbangan dalam menata kehidupan dengan asas hukum, sedangkan kebaikan adalah dimensi etik. Kedua prinsip ini harus dipadukan untuk mencapai keselarasan dalam masyarakat yang beragama.

Berikut merupakan tolok ukur moderasi beragama

Kembali Pada Inti Ajaran Agama

Salah satu tolak ukur moderasi beragama adalah seberapa kuat kembalinya penganut agama pada inti ajaran, yaitu nilai kemanusiaan. Kemanusiaan harus menjadi fokus utama agar perbedaan agama tidak mengganggu keharmonisan. 

Kesepakatan Bersama

Selain itu, kesepakatan bersama juga penting untuk menunjukkan kerja sama di antara manusia yang beragam. Keragaman diciptakan Tuhan untuk membuat manusia saling menyempurnakan, dan kesepakatan bersama merupakan inti pokok ajaran agama.

Ketertiban Umum

Ketertiban umum juga merupakan faktor penting dalam moderasi beragama. Manusia yang beragam latar belakang harus bisa tertib agar menciptakan suasana beragama yang moderat. Tujuan agama sendiri adalah untuk menciptakan ketertiban umum di tengah kehidupan bersama yang beragam.

Contoh dari moderasi beragama adalah ketika sekelompok warga yang berbeda agama bekerja sama untuk membangun sebuah tempat ibadah. Mereka saling menghargai perbedaan dan bersikap toleran, sehingga tercipta kerjasama yang harmonis. Hal ini menunjukkan bahwa moderasi beragama dapat menciptakan masyarakat yang damai dan toleran.

Implementasi Moderasi Beragama dalam Kehidupan Sehari-hari

Moderasi beragama dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga negara. 

Baca Juga :   Contoh Moderasi Beragama: Pelajaran dari Indonesia

Implementasi Moderasi Beragam di Ranah Keluarga

Dalam keluarga, moderasi beragama dapat diterapkan dengan memberikan contoh yang baik dalam beribadah dan memberikan pemahaman yang benar tentang agama kepada anggota keluarga.

Seorang ayah yang ingin menerapkan moderasi beragama dalam keluarganya dapat memberikan contoh yang baik dalam beribadah seperti shalat, membaca Al-Quran, dan mempraktikkan ajaran agama yang baik. Selain itu, dia juga bisa memberikan pemahaman yang benar tentang agama kepada anggota keluarga, terutama kepada anak-anaknya, agar mereka bisa memahami dan mempraktikkan agama secara benar dan tidak salah paham.

Implementasi Moderasi Beragama di Masyarakat

Dalam masyarakat, moderasi beragama dapat diterapkan dengan menghargai perbedaan dan toleransi terhadap agama yang lain, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu agama yang sensitif. 

Seorang pemuka agama yang ingin menerapkan moderasi beragama dalam masyarakat dapat mempromosikan nilai-nilai toleransi dan saling menghargai antar agama. Misalnya, dia bisa mengadakan kegiatan dialog antar agama, acara sosial yang melibatkan warga dari berbagai agama, atau kegiatan amal yang melibatkan semua agama.

Implementasi Moderasi Beragama di Negara

Sedangkan dalam negara, moderasi beragama dapat diterapkan dengan menerapkan prinsip keadilan dan menghormati hak asasi manusia tanpa terdiskriminasi.

Seorang pejabat pemerintah yang ingin menerapkan moderasi beragama dalam negara dapat memastikan bahwa hukum dan kebijakan yang dibuat tidak diskriminatif terhadap satu agama atau kelompok agama tertentu.

Selain itu, dia juga harus menghormati hak asasi manusia dan memastikan bahwa semua warga negara, tanpa terkecuali, diperlakukan dengan adil dan setara di hadapan hukum. Sebagai contoh, sebuah negara yang menerapkan moderasi beragama tidak akan menghalangi hak warga Muslim untuk membangun masjid dan beribadah, dan juga tidak akan menghakimi warga non-Muslim dengan hukum syariah.

Manfaat Moderasi Beragama

Penerapan moderasi beragama memiliki banyak manfaat, di antaranya meningkatkan harmoni sosial, mengurangi konflik antarumat beragama, serta meningkatkan toleransi dan saling menghargai antarumat beragama.

Contoh:

Di suatu kota, terdapat sebuah acara keagamaan yang dihadiri oleh berbagai kelompok agama, termasuk Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha. Meskipun awalnya terdapat kekhawatiran bahwa acara ini dapat memicu konflik antarumat beragama, namun dengan penerapan moderasi beragama yang baik, acara ini berjalan dengan lancar dan aman.

Moderasi beragama di sini diwujudkan dalam bentuk penghargaan terhadap keberagaman agama, seperti memberikan kesempatan bagi setiap kelompok untuk berbicara dan menampilkan kebudayaan mereka secara bergantian. Selain itu, penyelenggara acara juga menghindari konten yang dapat menyinggung kelompok agama lain.

Akibatnya, suasana dalam acara tersebut terasa sangat harmonis dan damai. Terlihat banyak interaksi positif antara peserta dari berbagai agama, seperti saling bertukar informasi dan berbincang-bincang dengan penuh rasa hormat.

Penerapan moderasi beragama dalam acara ini juga berdampak positif dalam jangka panjang. Terlihat semakin banyak kegiatan dan kolaborasi antarumat beragama di kota tersebut, yang semakin memperkuat harmoni sosial di wilayah tersebut. Hal ini tentunya memberikan manfaat bagi seluruh warga kota, baik yang beragama maupun yang tidak beragama.

Baca Juga :   Kesehatan adalah Angka Pengali: Pentingnya Moralitas dalam Pendidikan

Tantangan dalam Penerapan Moderasi Beragama

Tantangan dalam penerapan moderasi beragama antara lain perbedaan interpretasi agama, fundamentalisme dan ekstremisme agama, serta pengaruh media sosial, yaitu:

  • Peningkatan ortodoksi dan konservatisme agama yang semakin kuat.
  • Penguatan politik identitas.
  • Era media sosial yang memungkinkan mudahnya penyebaran informasi yang mempromosikan radikalisme agama.
  • Faktor sosial-politik-ekonomi, seperti kemiskinan, kekerasan negara, ketidakadilan hukum, ketidakstabilan politik, isu-isu rasial, dan militerisme.

Tantangan-tantangan tersebut menjadi hambatan dalam mengampanyekan moderasi beragama dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya moderasi beragama di masyarakat. Oleh karena itu, perlu strategi kreatif dan inovatif untuk mempromosikan moderasi beragama, serta memanfaatkan peluang yang ada untuk menguatkan nilai-nilai budaya lokal dan intelektualitas Islam agar gerakan moderasi dapat diterapkan secara efektif di masyarakat.

Cara Meningkatkan Pemahaman tentang Moderasi Beragama

Untuk meningkatkan pemahaman tentang moderasi beragama, dapat dilakukan melalui pendidikan dan sosialisasi, keterlibatan dalam aktivitas keagamaan yang mengedepankan moderasi, serta menjalin hubungan yang positif antarumat beragama. Melalui keterlibatan dalam aktivitas keagamaan yang mengedepankan moderasi, kita dapat belajar dan mempraktikkan nilai-nilai moderasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui pendidikan, maka terlahirlah orang-orang yang memiliki ilmu atau berilmu. Sekaligus mereka yang berbudi, memahami tentang bagaimana mengekspresikan keilmuannya dalam kehidupan bermasyarakat, berhati-hati, selalu menekankan aspek keadilan dan keseimbangan, dan ekspresi di dalam kehidupannya adalah mereka yang mencintai ruang-ruang kerukunan dan kedamaian dalam sikap yang toleran,” pungkas Prof. Ali Ramdani.

Contohnya, kita dapat bergabung dalam kegiatan sosial yang melibatkan berbagai agama, seperti kegiatan bakti sosial atau seminar interfaith. Selain itu, kita juga dapat mempelajari ajaran agama dengan benar dan memahami konteks sosial di sekitar kita untuk menerapkan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.

Menjalin hubungan yang positif antarumat beragama juga sangat penting untuk meningkatkan pemahaman tentang moderasi beragama. Dengan menghargai perbedaan dan saling menghormati, kita dapat membangun kerjasama dan kerukunan antarumat beragama dalam masyarakat.

Penulis El Kariem

3 comments

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed